Di klinik, Is menyebut sempat muncul dugaan bahwa rasa sakit tersebut berkaitan dengan asam lambung. Mengingat dirinya masih harus melakukan perjalanan menuju Banyumas untuk menghadiri acara, ia kemudian diberikan suntikan pereda nyeri dan obat lambung.
Namun, rasa sakit ternyata belum berakhir.
Sesampainya di Purwokerto, Is memilih beristirahat sekitar pukul 21.00 WIB. Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 02.00 WIB, ia terbangun karena merasakan sakit yang jauh lebih dahsyat.
"Terbangun jam 2.00 WIB karena sakit yang begitu dahsyat," ungkapnya.
Sekitar pukul 05.00 WIB setelah sholat Subuh, Is akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Setelah mendapat penanganan awal di RS Ananda, ia kemudian dirujuk ke RS JIH Purwokerto untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan radiologi dan X-ray.
Hasil pemeriksaan kemudian mengungkap kondisi yang jauh lebih serius.
Dokter menemukan bahwa usus buntu Is Pusakata telah pecah dan mengalami kebocoran. Kondisi tersebut bahkan sudah menyebar, sehingga tindakan operasi harus segera dilakukan.
"Walhasil ternyata harus segera dilakukan tindakan operasi karena usus buntu pecah atau ada kebocoran dan sudah menyebar. Saya cuma bisa berserah diri," tulis Is.