Selain mengingatkan pentingnya menjaga ucapan, Berlliana juga menyoroti perundungan yang muncul setelah suatu persoalan menjadi viral. Dia meminta warganet tidak melampiaskan kemarahan dengan menghina fisik, merendahkan, atau menyerang pihak yang bersangkutan.
"Saya juga berharap tidak ada lagi perundungan, hinaan fisik, maupun serangan dalam bentuk apa pun terhadap pihak yang bersangkutan. Saya tidak ingin persoalan ini membuat siapa pun merasa direndahkan atau disakiti," ujarnya.
Berlliana menegaskan tidak ingin persoalan tersebut justru menjadi alasan bagi orang lain untuk melakukan tindakan serupa. Baginya, menyikapi sebuah kejadian dengan bijaksana juga berarti tidak menciptakan korban baru melalui perundungan di media sosial.
Dia pun mengajak masyarakat untuk tidak memperkeruh keadaan dengan komentar yang menyudutkan atau serangan personal. Berlliana berharap semua pihak bisa mengambil pelajaran dari kejadian tersebut dan mengarahkan perhatian pada hal-hal yang lebih positif.
Di tengah perhatian publik terhadap kasus tersebut, Berlliana memutuskan tidak melanjutkan persoalan dugaan pelecehan verbal yang dialaminya ke jalur hukum. Keputusan itu diambil setelah dia mempertimbangkan berbagai hal dan menerima permintaan maaf dari pihak yang bersangkutan.