Koleksi perdana tersebut menghadirkan 12 item untuk anak laki-laki dan perempuan yang dapat dipadukan dengan busana orang tua. Untuk anak laki-laki tersedia model shirt, sedangkan pilihan untuk anak perempuan antara lain top, mini dress, dan dress dengan potongan A-line.
Founder & Chief Creative Officer Purana, Nonita Respati, mengatakan rancangan busana anak dibuat dengan mempertimbangkan aktivitas mereka.
"Memang kami menciptakan cutting-cutting siluet yang very easy and comfortable and relaxed to wear, karena yang pakai anak-anak juga," ujar Nonita dalam keterangan resminya, Senin (24/8/2026).
Koleksi Purana Kids menggunakan bahan poly-cotton dengan komposisi 70 persen katun. Motifnya pun terinspirasi dari koleksi dewasa, seperti floral dan stripe, termasuk karya seniman asal Yogyakarta, Afganial.
Dengan menggabungkan pengembangan koleksi fashion dan pemanfaatan kembali material sisa, Purana mencoba menunjukkan bahwa industri mode dapat tetap menghadirkan produk yang menarik sekaligus memberi perhatian terhadap persoalan limbah.
Pada akhirnya, kain perca bukan lagi sekadar potongan bahan yang tersisa. Dengan kreativitas, material tersebut dapat naik kelas menjadi karya yang memiliki fungsi, cerita, estetika, dan nilai ekonomi baru.