Kenapa Anak Muda Makin Sedikit yang Tertarik Jadi Perajin Batik?

Dimas Andhika Fikri
Perajin batik Cirebon. (Foto: Dimas Andhika Fikri)

JAKARTA, iNews.id - Regenerasi perajin batik muda semakin memprihatinkan. Berbagai upaya sejatinya telah dilakukan pemerintah guna menggairahkan kembali industri wastra Indonesia yang terus mengalami fluktuasi. 

Permasalahan regenerasi perajin batik muda ini pun diakui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hilmi Rivai. Menurunnya minat generasi muda terhadap batik dan wastra secara umum, tidak terlepas dari perkembangan zaman dan teknologi yang begitu pesat. 

Kehadiran media sosial juga sedikit banyak mengikis rasa cinta generasi muda terhadap kebudayaan lokal. Tak hanya itu, tantangan lain yang kini dihadapi para perajin batik di Cirebon adalah semakin maraknya batik printing di pasaran. 

"Disrupsi-disrupsi ini memang tidak bisa dihindari. Tapi saya percaya kita masih punya militansi. Batik itu punya militansi yang tumbuh dari dalam hati," kata Hilmi Rivai dalam acara Oreo Berbagi, di Cirebon, belum lama ini. 

"Batik tidak akan luntur dengan maraknya industrialisasi karena memiliki nilai seni budaya yang tidak dimiliki produk printing," tambahnya. 

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
18 hari lalu

Rumah Terkunci Saat Kebakaran di Cirebon, Bapak dan Anak Balita Meninggal Dunia

1 bulan lalu

Kembangkan Ekonomi Kreatif, BNI Bawa Mitra Binaan Batik ke Puspa Nuswantara 2026

2 bulan lalu

Bukan Sekadar Belanja, Bazar Fashion Kini Jadi Ruang Bertumbuh bagi Perempuan

2 bulan lalu

Tips Jadi Kreator Konten Sukses di Usia Muda ala Refa Ardhi, Kuncinya Temukan Ciri Khas!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal