Kenapa Anak Muda Makin Sedikit yang Tertarik Jadi Perajin Batik?

Dimas Andhika Fikri
Perajin batik Cirebon. (Foto: Dimas Andhika Fikri)

JAKARTA, iNews.id - Regenerasi perajin batik muda semakin memprihatinkan. Berbagai upaya sejatinya telah dilakukan pemerintah guna menggairahkan kembali industri wastra Indonesia yang terus mengalami fluktuasi. 

Permasalahan regenerasi perajin batik muda ini pun diakui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hilmi Rivai. Menurunnya minat generasi muda terhadap batik dan wastra secara umum, tidak terlepas dari perkembangan zaman dan teknologi yang begitu pesat. 

Kehadiran media sosial juga sedikit banyak mengikis rasa cinta generasi muda terhadap kebudayaan lokal. Tak hanya itu, tantangan lain yang kini dihadapi para perajin batik di Cirebon adalah semakin maraknya batik printing di pasaran. 

"Disrupsi-disrupsi ini memang tidak bisa dihindari. Tapi saya percaya kita masih punya militansi. Batik itu punya militansi yang tumbuh dari dalam hati," kata Hilmi Rivai dalam acara Oreo Berbagi, di Cirebon, belum lama ini. 

"Batik tidak akan luntur dengan maraknya industrialisasi karena memiliki nilai seni budaya yang tidak dimiliki produk printing," tambahnya. 

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 hari lalu

AI Makin Canggih, Anak Muda Mulai Khawatir soal Masa Depan Dunia Kerja

11 hari lalu

Juicy Luicy Dicoret dari Line Up Syalala Land Cirebon dan Purwokerto

21 hari lalu

Jokowi Dapat Pedang Naga Liman di Cirebon, Balas Hadiah Sepeda untuk Anak Ujang Busthomi

21 hari lalu

Jokowi Kunjungi Padepokan Anti-Galau Ujang Busthomi, Jalan Kaki 1 Km Sapa Warga Cirebon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal