"Tapi sejauh ini saya bertemu dengan orang, karena ini bukan keresahan yang hanya dirasakan satu dua orang dan kita tidak punya kepentingan di sini gitu. Jadi menurut saya secara kolektif kita merasakan keresahan yang sama gitu," katanya.
Bagi Kunto, musisi tidak hanya bertugas menghibur masyarakat melalui karya dan penampilan di atas panggung. Mereka juga memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan persoalan yang dirasakan masyarakat, terutama kelompok yang tidak memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi.
Dia menilai popularitas dan akses yang dimiliki seorang musisi dapat dimanfaatkan untuk mengangkat suara masyarakat agar mendapat perhatian lebih luas.
"Menurut saya, musisi punya tanggung jawab. Kita sebagai orang-orang yang mewakili suara-suara di luar sana, mewakili orang-orang yang tidak bisa bersuara, kita harus mengeluarkan keresahan-keresahan itu. Jangan hanya sampai di bawah saja biar suara-suara itu muncul di permukaan," ujarnya.
Kunto pun menegaskan pentingnya keberanian musisi untuk tidak sekadar menjadi penghibur. Menurutnya, karya dan suara seorang seniman juga bisa menjadi medium untuk menyampaikan keresahan kolektif yang selama ini kurang mendapat perhatian.