Koleksi Khayae di IFW 2026 Hadirkan Keindahan Velvet Berpadu dengan Payet Jadul

Muhammad Sukardi
Koleksi Khayae di IFW 2026. (Foto: Muhammad Sukardi)

"Ternyata yang bisa menginterpretasikan tema ini adalah velvet. Warnanya dalam, punya karakter yang kuat, dan sejak dulu juga identik dengan busana kerajaan di Eropa maupun Asia," jelasnya. 

Namun, memilih velvet berarti menerima tantangan yang tidak ringan. Ya, material tersebut membutuhkan perlakuan khusus sejak proses menjahit hingga pressing. Kesalahan sedikit saja dapat membuat kilau alami velvet hilang.

"Kesulitannya ada di bahan. Velvet itu tidak bisa di-press sembarangan. Kalau temperatur tidak tepat, kilaunya bisa mati," ungkap Silvia. 

Kemewahan yang Menghidupi Para Perempuan Lansia

Di balik setiap detail payet pada koleksi ini, tersimpan cerita lain yang jauh lebih menyentuh.

Khayae memilih memberdayakan perempuan dari berbagai usia, termasuk sejumlah pengrajin lanjut usia yang hingga kini masih mengerjakan detail payet secara manual.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
1 bulan lalu

IFW 2026 Jadikan Ulos Sumatera Utara Bintang Utama, Warisan Batak Semakin Mendunia!

2 bulan lalu

12 Desainer Muda Indonesia Siap Unjuk Gigi di IFW 2026, Ini Daftarnya!

1 tahun lalu

Viral Busana Ini Terinspirasi Hutan Tropis yang Magis, Mejeng di IFW 2025

2 hari lalu

Mengapa Bazaar Brand Lokal Makin Diminati Anak Muda? Ternyata Bukan Lagi soal Jualan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal