Menurut Silvia, detail tersebut sengaja dipilih sebagai penghormatan terhadap teknik dekoratif lawas yang kini mulai ditinggalkan.
"Kalau diperhatikan, ada payet yang menurut saya jadul banget, yaitu payet sabit. Dulu biasanya dipakai untuk seragam tari. Kami munculkan lagi, tetapi dipilih warnanya supaya tetap terlihat elegan," katanya.
Baginya, kemewahan tidak selalu berarti menggunakan ornamen sebanyak mungkin. Yang lebih penting adalah bagaimana memilih bentuk, tekstur, dan warna sehingga keseluruhan busana tetap terasa berkelas.
Lebih lanjut, di balik koleksi Majestic Reverie, Khayae ternyata sempat berkali-kali mengganti material sebelum akhirnya menemukan jawaban pada velvet.
Silvia mengungkapkan, mereka sempat mencoba beberapa jenis kain, tetapi hasilnya belum mampu memunculkan nuansa megah yang diinginkan.