Masalah bermula saat Friceilda Prillea alias Icel mengaku hamil anak Anrez dari hubungan di luar nikah. Sang pesinetron diketahui sempat membuat surat pernyataan tertulis untuk bertanggung jawab kepada Icel dengan menikahinya.
Seiring waktu, Anrez justru dinilai menghindar hingga membuat Icel kehilangan arah.
"Karena tidak ada itikad baik, justru karena tidak ada komunikasi dari AA itu sendiri, tidak respons, sehingga kami mengambil upaya hukum pidananya. Jadi, mungkin nanti akan berjenjang juga dengan upaya hukum perdatanya. Nah, ini kan masih berproses semua," kata Santo Nababan.
Dia menjelaskan, laporan ini dibuat guna memberi efek jera kepada Anrez serta menjadi pembelajaran bagi banyak laki-laki.
Apalagi, dia menegaskan hubungan badan kliennya dengan sang aktor murni bukan kemauan sendiri melainkan hasil bujuk rayu pelaku.
"Ini harus kami buat menjadi pembelajaran supaya laki-laki bertanggung jawab kepada semua apa yang dia lakukan. Supaya perempuan-perempuan juga memperoleh hak-haknya," katanya.
"Jadi yang namanya perbuatan itu tentu pasti ada bujuk rayu. Tentu pasti ada tipu daya. Tentu pasti ada janji-janji. Tidak ada perempuan yang mau dengan keinginannya sendiri, sehingga dia sampai hamil, kan tidak ada. Jadi, kami juga harus memahami itu," kata Santo.