Di ginjal Lexi pun diketahui ada robekan, makanya ada dokter mempertimbangkan untuk cuci darah untuk memancing kinerjanya. Di hati ada pembengkakan karena trauma benturan.
Lexi berbulan-bulan di rumah sakit karena semua kondisi tersebut. Karena itu, dokter yang menangani Lexi tidak hanya 1-2 melainkan banyak, seperti dokter spesialis tulang, spesialis penyakit dalam, spesialis syaraf, spesialis akupuntur, spesialis fisio, spesialis bedah, spesialis anestesi, hingga spesialis kulit.
"Selama 1 tahun harus memakai kateter kemana-mana dan selama 1 tahun juga aktivitas Lexi menggunakan kursi roda, dan bertahap pakai tongkat," ungkap Levi.
"Sampai sekarang harus menggunakan kasur decubitus untuk kenyamanan tulang ekornya. Selama 1 tahun lebih harus menggunakan kursi dari rumah sakit meskipun sudah berada di rumah. Dan aktivitas Lexi harus dibantu oleh suster pribadi," tambahnya.
Atas semua itu, Levi pun meminta pertanggungjawaban pihak kampus. Diketahui, belum lama ini dia dan pihak kampus bertemu dan membahas persoalan tersebut.
"Alhamdulillah pertemuan hari ini berjalan lancar. Sudah ada respons baik dan terima kasih itikad baiknya meski apa yang ditawarkan masih sangat jauh dari perhitungan material dan immaterial yang sudah dikeluarkan," kata Levi.
"Dan kami belum bisa menerima penawaran tersebut. Semoga pertemuan selanjutnya sudah ada titik temu. Terima kasih doa dan support-nya, ya, ges," tambahnya.