Berlliana kemudian mempertanyakan alasan seseorang merasa berhak melontarkan ucapan yang menurutnya melecehkan, sementara dirinya sendiri memilih untuk tidak menyerang kekurangan fisik orang lain.
"Aku bisa melihat kekurangan fisik seseorang, tapi itu nggak pernah memberiku hak untuk menghina dia. Lalu kenapa dia merasa punya hak untuk melecehkan aku?" tuturnya.
Dia menegaskan bahwa dirinya juga memiliki perasaan dan harga diri yang bisa terluka. Ucapan yang mungkin dianggap sepele oleh orang lain, menurut Berlliana, justru meninggalkan rasa tidak nyaman yang masih dirasakannya hingga kini.
"Aku juga manusia. Aku punya perasaan, punya harga diri, dan bisa terluka. Mungkin buat dia itu cuma kata-kata, tapi buat aku, kejadian ini meninggalkan rasa nggak nyaman yang sampai sekarang masih aku rasakan," lanjutnya.
Berlliana menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta perlakuan istimewa. Dia hanya ingin diperlakukan dengan hormat, sebagaimana manusia pada umumnya.