Namun penderitaan Clara tidak berhenti di situ. Di tengah kondisi psikis yang terguncang, ia justru menerima somasi dari Keyndah. Clara dituntut membayar ganti rugi atas kerugian psikis yang dialami Keyndah. Nilainya pun tidak main-main, sebesar Rp10,7 miliar.
Alih-alih mendapat empati, Clara merasa seperti diserang balik di saat dirinya sedang berada di titik terendah.
Di balik semua kepedihan itu, Clara mengaku satu hal yang paling menyakitkan adalah kenyataan bahwa ia masih mencintai suaminya. Namun, cinta itu kini tidak lagi sejalan dengan kepercayaan yang telah hancur.
Dengan berat hati, ibu dua anak tersebut akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya. Gugatan cerai pun telah resmi didaftarkan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
“Insyaallah saya mantap berpisah. Tapi ini bukan keputusan yang mudah. Jujur, rasanya seperti mau mati harus berpisah dengan dia, karena saya masih cinta," ucap Clara.