Sebab, Lexi yang baru jatuh dari lantai 6 dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taxi online) dan ditidurkan lagi di kendaraan tersebut.
"Pertanyaannya, kenapa tidak panggil ambulance, sedangkan panggil taxi online pun sama-sama butuh waktu untuk menunggu. Dan kenapa anak saya diangkat dan didudukkan, yang mungkin jika itu tidak dilakukan, cederanya tidak sefatal seperti ini," ungkap Levi.
"Lalu siapa yang bertanggung jawab? Ya, tidak ada. Saling lempar dan janji-jani tak pasti. Bahkan, sampai saat ini dan entah sampai kapan anak saya masih harus kontrol beberapa dokter spesialis, terapi syaraf, dan obat jalan. Sementara dari pihak kampus atau organisasi tidak ada kejelasan," sambungnya.
Levi menjelaskan, telah terjadi dua kali pertemuan dengan pihak kampus, namun tidak ada hasil. Berkali-kali juga dia mencoba menghubungi pihak terkait, namun sampai sekarang tidak ada respons.
Ini juga yang mendasari ibunda Keisya Levronka 'speak up' di Instagram dan mendapat banyak sekali dukungan dari sahabat-sahabat Keisya maupun netizen.