Lewat balasannya, Agnez menegaskan bahwa dia dibayar lunas dengan jumlah yang, menurutnya, mungkin hanya bisa diimpikan oleh si pengomentar untuk satu kali tampil. Dia juga mengungkap bahwa dirinya diundang langsung oleh pemilik acara melalui telepon, dan hubungan profesional tersebut kini berkembang menjadi pertemanan.
Tak berhenti di situ, Agnez turut menyindir kebiasaan haters yang gemar menebar kebencian di akun orang lain. Dia menyebut fakta bahwa seseorang memiliki waktu untuk melakukan hal tersebut menunjukkan orang itu punya terlalu banyak waktu luang.
Di akhir pernyataannya, Agnez melontarkan kalimat bernada tegas soal bertemu di puncak kesuksesan, yang langsung ramai diperbincangkan.
Respons Agnez Mo itu pun memicu perdebatan panas di media sosial. Ada yang mendukung karena menilai dia berhak membela diri dari komentar merendahkan. Namun ada pula yang menganggap dia terlalu emosional karena menanggapi akun dengan jumlah pengikut yang sangat sedikit.
Situasi semakin ramai ketika nama grup No Na ikut terseret. Beberapa netizen menyebut akun yang berkomentar tersebut mengatasnamakan fanbase grup itu, meski sebagian lainnya membantah dan menilai itu hanya ulah haters yang ingin memancing keributan.
Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi topik hangat di jagat maya.