Selain membantah isu tersebut melalui bukti medis, Minola juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang, menurutnya, lebih mempercayai potongan percakapan WhatsApp dibanding hasil pemeriksaan laboratorium.
Ia menilai isi chat yang beredar telah diperbesar atau dipotong sehingga memicu penafsiran yang berbeda di masyarakat.
“Masa mereka lebih percaya kepada chatting-an yang datang dari satu sumber daripada bukti riil? Selama ini selalu kami yang dikejar-kejar untuk membuktikan, seolah-olah kami betul seperti apa yang dipersangkakan orang lain,” kata Minola.