Kecurigaan pun mulai muncul.
Anggota tim kemudian menelusuri isi email tersebut lebih jauh. Saat email di-scroll, ditemukan sejumlah bukti transaksi lainnya.
Satu per satu transaksi mulai mengarah kepada barang-barang milik Tasyi yang sebelumnya dinyatakan hilang.
"Notifikasi kalau barang ini sudah terjual, dan pas dia lihat itu adalah sepatu aku, langsung sama dia di-check dan ketika dia scroll dia menemukan semua bukti penjualan dan transaksi barang-barang aku yang selama ini hilang," tulis Tasyi, dikutip Minggu (9/8/2026).
Dari penelusuran awal, setidaknya 12 barang milik Tasyi diketahui telah dijual. Hampir seluruhnya disebut dijual melalui sumber yang sama.
Tasyi mengungkap barang-barang tersebut diduga dikirim oleh karyawan menggunakan layanan ekspedisi ke salah satu toko jual beli barang branded yang cukup dikenal di media sosial.