Toko tersebut disebut dapat menerima barang tanpa proses tatap muka. Kondisi itu diduga memudahkan barang dikirim dan dijual tanpa harus terjadi pertemuan langsung antara pihak yang mengirim dengan toko.
Ketika karyawan tersebut ditanya mengenai jumlah barang yang telah dijual, jawabannya justru membuat Tasyi semakin terkejut.
"Pas ditanya berapa banyak, dia jawab gak ingat karena banyak," ungkap Tasyi kecewa.
Bahkan, menurut Tasyi, setelah bukti transaksi ditunjukkan, karyawan tersebut akhirnya mengakui perbuatannya dan menyebut barang yang dijual kemungkinan lebih banyak dari yang telah ditemukan.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, Tasyi juga mengungkap fakta lain yang membuatnya kecewa. Ia menyebut karyawan yang diduga terlibat sebelumnya sempat memfitnah karyawan lain dengan tuduhan mencuri.