Penyanyi Nindy Ayunda tidak hadiri panggilan polisi (Foto: Instagram)
Selvianus

JAKARTA, iNews.id - Penyanyi Nindy Ayunda kembali diterpa kasus penyekapan mantan supir. Dalam pemanggilan Polres Jakarta Selatan, Jumat (15/7/2022), Nindy terlihat tidak hadir.

Kuasa hukum Nindy Ayunda, Luvino Siji Samura pun buka suara terkait alasan kenapa kliennya tidak hadir dalam pemanggilan Polres Jakarta Selatan. Luvino mengatakan, Nindy tengah berhalangan hadir karena harus menemani anaknya berangkat sekolah.

Nindy, kata Luvino, harus menemani anaknya sekolah karena selama empat hari belakangan ini, Nindy merasa diteror oleh orang-orang tidak dikenal. Rumah Nindy kerap disatroni empat orang laki-laki yang terus membuntuti ke manapun Nindy dan anaknya pergi. Dua orang di antara mereka menggunakan mobil untuk membuntuti Nindy dan dua lainnya menggunakan motor menunggu di rumah Nindy.

“Terus ada juga telepon-telepon gelap dari nomor-nomor yang nggak dikenal. Ada pelecehan-pelecehan verbal, mengata-ngatai dengan bahasa-bahasa yang nggak sopan. Nadanya pelecehan. Saat kita telepon balik, nomornya tidak aktif,” ujar Luvino, Jumat 15 Juli 2022.

Seperti diketahui, Nindy dilaporkan atas dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap mantan sopir pribadinya, Sulaiman. Laporan ini dibuat istri Sulaiman, yakni Rini Diana ke Polres Jakarta Selatan pada pertengahan 2021 silam. Polres Jakarta selatan telah dua kali memanggil Nindy untuk dilakukan pemeriksaan. Namun, Nindy berhalangan hadir.

Luvino menjelaskan, pemanggilan pihak kepolisian terhadap kliennya masih dalam kapasitas sebagai saksi. Pihak kepolisian, kata Luvino, ingin meminta klarifikasi terhadap Nindy lantaran kasus yang kini tengah menjerat kliennya ini memang membingungkan.

Pasalnya, pada 2021 lalu, Sulaiman pernah menggelar konferensi pers dan menyatakan tudingan yang datang ke Nindy itu tidak pernah terjadi. Sulaiman mengaku tidak pernah disekap dan dianiaya oleh Nindy.

“Terus sekarang, tiba-tiba (Sulaiman) bilang di bawah tekanan. Kok tiba-tiba berubah keterangannya? Kita bingung,” kata Luvino. “Kami ada bukti-buktinya berupa video konferensi pers," kata dia.

Dia menambahkan, apalagi, belakangan juga beredar isu seolah-olah Rini Diana telah disatroni oleh pihak Nindy Ayunda untuk menarik laporannya dari Polres Jakarta Selatan. Rini melalui pengacaranya, Fahmi Bachmid mengaku telah diteror oleh orang-orang suruhan Nindy. Padahal, kata Luvino, yang terjadi justru sebaliknya. Nindy dan keluarganya yang diteror terus-menerus.

Pernyataan adanya teror ini menurut Luvino harus diungkap, lantaran merasa isu terkait masalah hukum yang dihadapi Nindy Ayunda sudah semakin liar.

“Bu Nindy sebelumnya nggak mau blow up soal (teror) ini loh. Tapi karena ada berita simpang siur seakan-akan mereka yang diintervensi, mereka yang diteror, makanya kami bicara. Padahal sebenarnya, klien kita yang merasakan diteror setiap hari, gitu loh," kata Luvino.


Editor : Vien Dimyati

BERITA TERKAIT