Pelaku mulai meminta dana secara bertahap dengan berbagai alasan, mulai dari uang muka produksi hingga biaya operasional. Tanpa curiga, Ruben melakukan sejumlah transfer ke rekening pribadi pelaku dan rekening perusahaan yang dikenalkan.
"Ruben beberapa kali diminta mentransfer uang. Dana itu disebut untuk pembayaran awal produksi hingga biaya entertain mencari pabrik dan bahan berkualitas," ungkap Minola.
Hari demi hari berlalu, hingga Lebaran tiba. Namun, mukena yang dijanjikan tak kunjung ada. Tak ada produksi, tak ada distribusi, hanya janji yang tak terealisasi.
Kecurigaan pun berubah menjadi kenyataan pahit. Setelah ditelusuri, dana miliaran rupiah tersebut ternyata tidak pernah sampai ke pabrik produksi.
"Uang dari Ruben sudah masuk, tapi tidak pernah diturunkan ke pabrik untuk produksi," tegas Minola.