Di tengah situasi tersebut, Nunung juga tidak berniat mencari paranormal untuk mengetahui siapa yang diduga meneror warungnya.
Ia justru memilih berserah diri dan memperkuat keyakinannya.
“Daripada kita punya pikiran, ‘Ayo kita cari lawan buat gini-ginian,’ aku nggak mau. Kan banyak orang pintar gitu, ‘Ayo di sana ada Mbak Nunung.’ Ah enggak, aku nggak kayak gitu. Aku punya Allah kok, Allah itu kekuatanku,” kata Nunung.
Sementara itu, Nunung tetap berusaha mempertahankan bisnis kulinernya. Ketika makanan yang sudah dimasak tidak habis karena warung sepi, ia memilih membagikannya kepada masyarakat sekitar daripada menyimpannya untuk dijual kembali keesokan hari.
“Aku kan paling nggak mau kalau masih utuh makanan itu disimpan untuk dijual besok, paling nggak mau. Mending kamu bungkus bikin kardus terus bagi-bagikan ke sopir becak, tukang parkir,” imbuhnya.