Kekhawatiran terhadap dampak erupsi juga membuat Haykal mengambil keputusan untuk membatalkan agenda pekerjaan ke Palembang. Dia seharusnya berangkat pada Minggu, 6 September 2026, dan bahkan sudah memesan akomodasi di kota tersebut.
Namun, Haykal memilih tidak mengambil risiko dengan tetap melakukan perjalanan di tengah kondisi yang dinilai belum ideal. Baginya, keselamatan diri menjadi pertimbangan utama dibandingkan pekerjaan.
"Harusnya tuh hari ini saya berangkat ke Palembang. Saya udah booking hotel di sana. Cuman memang karena kondisi tidak ideal, tidak kondusif... rasanya risikonya nggak sepadan dengan reward yang didapatkan. Jadi tadi saya putuskan, udahlah, mendingan di rumah aja dulu," ujarnya.
Haykal berharap kondisi udara segera membaik sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman. Dia juga berharap hujan segera turun untuk membantu meluruhkan abu vulkanik yang masih beterbangan.
Menurut Haykal, keputusan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah menjadi pilihan paling aman dalam situasi tersebut. Dia pun memilih mengutamakan keselamatan dibandingkan memaksakan diri menjalankan pekerjaan di lapangan.