Siluet rok balloon dibuat menyerupai awan yang bergerak bebas, sementara struktur tegas pada bagian atas busana merepresentasikan kekuatan Rumah Bolon. Perpaduan keduanya menghadirkan dialog antara budaya Nusantara, inovasi desain, dan keberlanjutan.
Namun, kekuatan utama koleksi ini justru terletak pada proses pembuatannya.
Setiap potongan denim putih yang sebelumnya dianggap tidak lagi bernilai disusun kembali menjadi busana couture melalui pengerjaan tangan yang detail. Dipadukan dengan katun putih, hasil akhirnya tetap menghadirkan estetika mewah tanpa mengorbankan prinsip ramah lingkungan.
Bagi jenama ini, konsep sustainability bukan sekadar mengikuti tren industri mode global.
Brand ini meyakini bahwa kemewahan sejati tidak berasal dari penggunaan material baru, melainkan dari kemampuan menciptakan nilai baru melalui kreativitas, penghormatan terhadap budaya Indonesia, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Di balik lahirnya koleksi tersebut berdiri dua talenta muda Indonesia, Nathania Caya Dewi dan Maxillianus Abbie Kumonong. Meski berasal dari latar belakang yang berbeda, keduanya memiliki visi yang sama untuk membawa wajah baru sustainable fashion Indonesia.