Pendekatan tersebut dapat mencakup penyesuaian protokol stimulasi ovarium, pemilihan obat serta dosis, hingga pemanfaatan teknologi di laboratorium embriologi.
Dalam kasus tertentu, teknologi seperti Embryoscope+ Timelapse dan AI Scoring dapat digunakan untuk membantu pemantauan serta penilaian perkembangan embrio. Sementara itu, PICSI digunakan untuk membantu proses seleksi sperma berdasarkan karakteristik tertentu.
Ada pula GX-Media yang digunakan untuk mendukung lingkungan kultur embrio selama proses perkembangan di laboratorium.
Namun, teknologi bukan berarti dapat menghilangkan seluruh ketidakpastian dalam program bayi tabung.
"Namanya IVF, hasilnya tetap tidak bisa 100 persen keberhasilan. Tetapi kami mencoba memberikan yang terbaik dengan teknologi terbaik dan kepakaran yang kami miliki," kata Dr. Sera.