Keluarga kemudian menduga lampu itu diambil pada malam hari.
Harry pun sempat menyinggung kejadian tersebut dengan nada menyindir. Ia mengaku heran karena lampu solar panel yang dipasang di makam putranya justru menjadi sasaran pencurian.
“Pertama dalam sejarah dunia persilatan, ada maling lampu solar panel makam Vidi disumpahin 469 ribu orang dalam semalam,” kata Harry Kiss.
Kabar tersebut langsung mengundang perhatian netizen. Banyak warganet mengecam tindakan pencurian tersebut dan menunjukkan rasa prihatin kepada keluarga Vidi.
Sebagian netizen bahkan menyarankan Harry agar mempertimbangkan lokasi lain yang dinilai lebih aman untuk makam Vidi. Namun, Harry memastikan keluarga tetap memilih TPU Tanah Kusir sebagai tempat peristirahatan terakhir Vidi.
“TPU Tanah Kusir lebih dekat,” ujar Harry.
Lampu solar panel tersebut sebenarnya dipasang bukan sekadar untuk mempercantik area makam. Harry sebelumnya menjelaskan bahwa keluarga sengaja memasangnya karena banyak peziarah datang setelah Magrib.