Kondisi ini membuat pemerintah menghadapi dilema karena kenaikan pajak berisiko tidak populer di mata publik. Di sisi lain, kendaraan listrik yang tidak menggunakan bensin juga tidak berkontribusi pada dana tersebut, sementara efisiensi bahan bakar kendaraan terus meningkat.
Sejumlah negara bagian sebenarnya telah mencoba solusi alternatif, seperti mengenakan biaya tambahan bagi pemilik kendaraan listrik. Namun, pendekatan baru yang diusulkan adalah mengganti pajak bensin dengan biaya berbasis berat kendaraan.
Kebijakan ini dinilai bisa membebani pemilik kendaraan berat seperti truk, SUV, dan mobil listrik. Meski demikian, besaran biaya masih akan ditentukan oleh Kongres AS dalam pembahasan lanjutan.
Usulan ini muncul menjelang berakhirnya RUU transportasi darat pada 30 September. Kongres saat ini tengah membahas paket pendanaan baru selama lima tahun dengan nilai mencapai 500 hingga 550 miliar dolar AS, yang berpotensi memicu perdebatan panjang di tengah situasi politik yang belum stabil.