Sebagai informasi, nama Kyoto diambil Ryan dari nama ayahnya yaitu Rokyoto. Dia mengubah sedikit nama tersebut hingga akhirnya menjadi Kyoto dan itu menjadi identitasnya dari awal berkarier hingga tutup usia.
Ryan Kyoto menjadi komposer bukan pilihan awalnya. Sebab, dia memulai karier di industri musik sebagai penyanyi. Namun, takdir membawanya ke dunia komposer dan dari sana juga namanya kian melambung.
Sebelum wafat, Ryan Kyoto aktif di Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI). Bersama AKSI, beliau ikut memperjuangkan keadilan royalti bagi para pencipta lagu.
Menurut Ryan, setiap lagu milik penciptanya, dan setiap lagu dibawakan harus ada izin dari pencipta. Jadi, dia menitipkan pesan agar biasakan menghargai pencipta lagu, karena musik dan lagu, ada hati dan pikiran di baliknya.
Selamat jalan, Ryan Kyoto. Semua karyamu akan selalu dikenang indah.