Nama dia begitu harum terdengar di era 80-90an. Penyanyi dan pencipta lagu ini banyak diidolakan sesama musisi, karena kepiawaiannya meracik lagu menjadi sangat indah.
Setidaknya ada empat karya paling fenomenal dari Ryan Kyoto, yaitu Cinta Jangan Kau Pergi (Sheila Majid), Sendiri Lagi (Chrisye), Pasrah (Ermy Kulit), hingga Emosi & Emosi (Ryan Kyoto),
Dengan hadirnya karya-karya tersebut menegaskan bahwa Ryan Kyoto adalah bagian penting dalam sejarah musik Indonesia. Karya-karyanya jadi bukti bahwa kekuatan lagu bukan hanya dari suara, tapi dari jiwa yang menuliskannya.
Sebagai informasi, nama Kyoto diambil Ryan dari nama ayahnya yaitu Rokyoto. Dia mengubah sedikit nama tersebut hingga akhirnya menjadi Kyoto dan itu menjadi identitasnya dari awal berkarier hingga tutup usia.
Ryan Kyoto menjadi komposer bukan pilihan awalnya. Sebab, dia memulai karier di industri musik sebagai penyanyi. Namun, takdir membawanya ke dunia komposer dan dari sana juga namanya kian melambung.