Salah satu bagian paling penting dalam perjalanan Susilo adalah keterlibatannya dalam pendirian Teater Gandrik pada 1983.
Susilo mendirikan kelompok teater tersebut bersama Heru Kesawa Murti, Jujuk Prabowo, Sepnu Heryanto, dan Saptaria Handayaningsih. Teater Gandrik kemudian tumbuh menjadi salah satu kelompok teater yang memiliki pengaruh kuat dalam perkembangan seni pertunjukan di Yogyakarta.
Gandrik dikenal dengan gaya pertunjukan yang memadukan humor, kehidupan sehari-hari masyarakat, serta kritik sosial. Bagi Susilo, panggung bukan sekadar tempat untuk menghibur, tetapi juga ruang untuk menyampaikan gagasan melalui karakter dan cerita.
Perjalanan Susilo bersama Teater Gandrik pun berlangsung selama puluhan tahun. Bahkan menjelang wafat, ia masih terlibat dalam komunikasi mengenai rencana pementasan baru kelompok tersebut.
Penulis lakon sekaligus rekan Susilo di Teater Gandrik, Agus Noor, mengungkapkan bahwa mereka masih sempat bercanda di grup WhatsApp. Susilo bahkan direncanakan menjadi pemeran utama dalam lakon Misteri Biduan Gaib.