“Sudah menjadi kebiasaan dari sejak dulu di setiap ada undangan siapa pun yang mengundang saya, insyaAllah saya selalu mengupayakan untuk hadir walaupun sebentar,” ucapnya.
Namun, Raffi menyadari bahwa kehadirannya dalam acara tersebut justru menimbulkan kegaduhan. Hal ini tidak terlepas dari polemik sejumlah orang yang mengaku sebagai mahasiswa, tetapi belakangan identitas mereka dipertanyakan.
Raffi pun mengakui bahwa niat baik untuk menghadiri sebuah kegiatan harus disertai ketelitian. Dia kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang muncul.
“Saya mohon maaf dari hati saya atas kegaduhan yang timbul dari kehadiran saya. Saya sangat memahami bahwa niat baik tetap perlu disertai ketelitian pada setiap kegiatan yang akan dihadiri,” kata Raffi.
Lebih lanjut, Raffi turut menyinggung persoalan penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya. Dia mengajak masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan kabar yang belum terverifikasi serta menjauhi ujaran kebencian, caci maki, hingga fitnah.