Polemik bermula ketika sejumlah orang terlihat hadir mengenakan almamater perguruan tinggi dan disebut sebagai mahasiswa. Namun, identitas mereka kemudian dipertanyakan oleh warganet.
Sorotan semakin meluas setelah beberapa pihak kampus memberikan klarifikasi bahwa orang-orang yang mengenakan atribut almamater tersebut bukan bagian dari mahasiswa mereka.
Bahkan, muncul pengakuan dari salah seorang peserta yang menyebut dirinya bukan mahasiswa dari kampus yang atributnya dikenakan saat kegiatan berlangsung.
Persoalan tersebut kemudian menyeret nama Raffi Ahmad yang turut hadir dalam acara itu. Meski demikian, Polda Metro Jaya telah menjelaskan bahwa Raffi datang sebagai tamu undangan.
Kini, melalui video klarifikasi terbarunya, Raffi kembali menyampaikan permohonan maaf sekaligus menjadikan polemik tersebut sebagai bahan evaluasi agar lebih berhati-hati dalam menerima undangan kegiatan berikutnya.