Di tengah proses hukum yang masih berjalan, tim kuasa hukum Sarwendah turut menanggapi rekaman suara yang memuat tudingan dugaan kekerasan terhadap anak.
Mark Adrianus Ambarita membantah tuduhan tersebut. Dia menegaskan bahwa, berdasarkan penjelasan pihaknya, kondisi psikologis maupun fisik anak-anak Sarwendah dalam keadaan baik.
"Yang terpenting kan psikologi anak saat ini tidak ada masalah, ya. Itu yang terpenting. Karena sekarang kan bisa dilihat anak-anak juga tumbuh kembangnya cukup baik, psikologinya tidak ada masalah, fisiknya juga tidak ada masalah. Jadi kami rasa kurang relevan lah," tegas Mark.
Untuk memperkuat argumentasi dalam persidangan, tim kuasa hukum Sarwendah juga menyiapkan hasil asesmen dari psikolog forensik independen. Pemeriksaan tersebut, menurut Mark, telah dilakukan terhadap anak-anak di sebuah rumah sakit.
"Kami sudah ajukan untuk pemeriksaan psikolog terhadap anak dengan psikolog forensik, psikolog yang independen di rumah sakit. Tidak bisa diintervensi setir kiri setir kanan. Itu semua akan kami sampaikan di persidangan. Hasilnya sudah kami lihat dan hasilnya baik, yang terbaik untuk anak-anak," tuturnya.
Meski demikian, proses pembuktian dan penilaian atas dokumen maupun keterangan para pihak tetap menjadi bagian dari pemeriksaan di pengadilan. Perkara hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah pun masih berlanjut, dengan masing-masing pihak mengandalkan tim kuasa hukum untuk menyampaikan bukti dan argumentasi mereka.