Namun, kondisi kesehatan Riki mulai mengalami penurunan drastis dalam dua pekan terakhir. Dia bahkan harus menjalani perawatan intensif di ICU.
"Sebenarnya ayahku sudah 2 bulan di sana. Cuman memang kondisinya menurun sudah 2 minggu terakhir di ICU. Kondisinya naik turun sampai akhirnya ya turun, turun, terus enggak ada," tutur Thalita.
Di tengah perjuangan tersebut, kondisi Riki akhirnya semakin memburuk. Thalita mengatakan penyakit jantung yang diderita sang ayah telah berkembang menjadi komplikasi dan memengaruhi organ tubuh lainnya.
"Dia komplikasi jantung, sih. Jadi dia gagal napas, gagal jantung. Kalau ditanya meninggalnya kenapa, sudah komplikasi ke organ-organ yang lain," kata Thalita.
Setelah perjuangan panjang melawan penyakitnya, Riki Isman Latief akhirnya meninggal dunia pada Rabu (9/9/2026).
Jenazah Riki kemudian dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026). Tangis Thalita pun pecah ketika mengantarkan sang ayah ke tempat peristirahatan terakhir.
Mengenakan pakaian serba hitam, Thalita terlihat terus menundukkan kepala dan memandangi pusara sang ayah. Kesedihan mendalam terlihat jelas dari wajahnya saat harus melepas kepergian Riki untuk selamanya.