Menurut Iqbal, perbedaan pola pengasuhan tersebut tidak bisa serta-merta diartikan sebagai bentuk penelantaran. Ia menegaskan bahwa keterbatasan pertemuan secara fisik terjadi karena jarak, bukan karena ketidakhadiran peran orang tua.
“Kasih sayang tetap ada, fasilitas juga diberikan. Yang berbeda hanya jarak, bukan tanggung jawab,” tegasnya.
Terkait keputusan Denada yang tidak membesarkan Ressa bersama dirinya di Jakarta atau Singapura, Iqbal mengaku tidak mencampuri secara rinci urusan internal kliennya. Namun ia memastikan bahwa keputusan tersebut telah dipertimbangkan matang.