"Sudah di rumah saja nggak usah keluar. Jadi di kamar saja, nggak keluar-keluar. Tapi kondisinya tenang, ya, mungkin sudah usia juga," katanya.
Menurut Zainal, keinginan Diding untuk tetap datang ke TIM mencerminkan kecintaannya terhadap dunia seni yang telah menjadi bagian dari hidupnya selama puluhan tahun. Semangat itu tetap ada meski tubuhnya sudah mulai melemah.
Zainal juga mengungkapkan bahwa kakaknya memiliki riwayat asma sejak usia muda. Penyakit tersebut merupakan faktor genetik yang juga dialaminya dan diduga ikut memperburuk kondisi kesehatan Diding hingga mengalami komplikasi stroke.
"Kalau sakitnya memang dari masa muda itu genetik ya, asma. Dia asma, saya juga asma. Karena bapak saya asma," ungkapnya.
Diding Boneng mengembuskan napas terakhir pada Senin (3/8/2026) pukul 06.04 WIB dalam usia 76 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga sekaligus dunia hiburan Indonesia yang telah lama mengenalnya sebagai komedian dan aktor dengan dedikasi tinggi terhadap seni.