Melihat tanggapan para warganet, Arie Kriting pun menyampaikan permohonan maaf. Ia menjelaskan cuitan tersebut bukan bermaksud untuk melarang masyarakat bersuara soal pelecehan seksual.
"Mohon maaf kalau tweet saya menimbulkan kerancuan. Tweet itu tidak ditujukan kepada yang setia bersuara melawan kasus pelecehan seksual," kata Arie.
"Tweet itu karena saya kesal lihat rakyat terus saja berada di posisi sulit karena lemahnya penegakan hukum atas isu-isu semacam ini," tambahnya.