Dari eksperimen sederhana tersebut, Meirani mulai melihat bahwa filter AR bukan hanya sekadar efek untuk mempercantik foto atau video. Karya digital yang dibuatnya dapat digunakan kembali oleh pengguna dan kemudian muncul dalam berbagai konten di media sosial.
Berbeda dengan konten video biasa yang distribusinya sangat bergantung pada unggahan kreator, filter memiliki karakteristik yang memungkinkan pengguna lain ikut memanfaatkannya.
Sebuah filter yang menarik dapat digunakan berkali-kali oleh pengguna. Ketika seseorang membuat video menggunakan filter tersebut, karya itu kemudian berpotensi menjangkau audiens baru melalui konten pengguna.
Model tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Meirani membangun audiens di TikTok.
Dalam profil profesionalnya, Meirani mencatat telah memiliki lebih dari 1 juta followers dengan 3,3 juta likes. Sejumlah filter yang dibuatnya juga disebut telah digunakan oleh pengguna dari berbagai negara.