“Hati langsung bulat dan terpanggil ‘Aku harus hadir dan bantu semaksimal mungkin’ karena kegelisahan dihati ini udah bener2 sulit ditahan. Ku datang sendiri, tanpa komunitas tertentu / lembaga apapun, aku datang atas diriku sendiri,” katanya.
Tidak hanya hadir sebagai relawan, Zaskia bersama sahabatnya, Muhammad Rizal Ramadhan, turut membawa tiga unit ambulans yang dilengkapi perlengkapan medis darurat untuk mendukung layanan kesehatan bagi peserta aksi.
“Ambulans tentunya lengkap dengan kebutuhan medis darurat, lalu Rama segera bergabung dengan posko relawan logistik di depan hotel mandarin, kami berkenalan satu sama lainnya dan hati langsung hangat karna semua yang hadir mempunyai tujuan yang sama,” ujar Zaskia.
Dia menilai aksi yang dilakukan mahasiswa bertujuan menyuarakan aspirasi demi kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Zaskia mengaku terkesan dengan solidaritas yang ditunjukkan warga selama aksi berlangsung.
“Situasi di lapangan bikin hati campur aduk, tapi yang paling berkesan terasa sekali kalau masyarakat kita itu solid. Setiap pejalan kaki saling memberi semangat, kiriman logistik dari pagi sampai sore ini tak berhenti datang,” kata dia.
Zaskia berharap seluruh rangkaian aksi dapat berlangsung aman dan aspirasi yang disampaikan mahasiswa dapat didengar oleh pemerintah sehingga membawa perubahan yang lebih baik bagi Indonesia.
“Bismillah kita doakan aksi ini selesai dengan aman, suara kami terdengar dan sampai ke tujuan juga ada perubahan baik untuk Indonesia,” kata Zaskia.