BOGOR, iNews.id — Warga mengambil air dari kubangan bekas sawah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di kawasan Desa Weninggalih, Jonggol, Jawa Barat, Selasa (25/8/2026). Kondisi tersebut menggambarkan sulitnya warga memperoleh air bersih di tengah kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Jawa Barat.
Indonesia tengah menghadapi puncak musim kemarau 2026 yang diperkuat fenomena El Nino. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut puncak musim kemarau tahun ini terjadi terutama pada Juli–September, dengan Agustus menjadi periode puncak bagi wilayah terluas, yakni sekitar 48,84 persen luas daratan Indonesia.
Untuk Jawa Barat, ancaman kekeringan masih perlu diwaspadai. Dalam peringatan dini kekeringan meteorologis Dasarian III Agustus, BMKG memasukkan sebagian wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah dalam kategori Siaga. BMKG juga memperkirakan pengaruh El Nino masih bertahan hingga setidaknya awal kuartal I 2027.
Krisis air bersih di Jonggol menjadi gambaran langsung bagaimana fenomena iklim dan panjangnya musim kemarau berdampak pada kehidupan masyarakat. Ketika sumber air alami dan cadangan air tanah menyusut, warga harus mencari sumber alternatif untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
(Foto: Yudistiro Pranoto)