JAKARTA, iNews.id - MIND ID menegaskan komitmennya dalam mendukung implementasi Kebijakan Energi Nasional (KEN) guna mewujudkan swasembada energi. Komitmen tersebut ditandai melalui partisipasi dalam sosialisasi perdana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional yang diselenggarakan Dewan Energi Nasional (DEN) bersama MIND ID di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Regulasi anyar tersebut menggantikan PP Nomor 79 Tahun 2014 dan menjadi landasan bagi para pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan serta pemenuhan kebutuhan energi nasional, sekaligus mempercepat dekarbonisasi dan transisi menuju energi yang lebih bersih. Forum ini mencerminkan sinergi antara pemerintah sebagai perumus kebijakan dan BUMN sektor tambang sebagai pelaksana strategis di lapangan.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan pentingnya kemandirian energi bagi keberlanjutan pembangunan nasional. “Swasembada energi, harus! Nanti ada kelompok, apa bisa? Bisa! Kita sudah hitung, tapi kita punya kelebihan-kelebihan luar biasa,” ujarnya.
Anggota DEN, Satya Widya Yudha, menyampaikan kebijakan ini diselaraskan dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Menurut dia, swasembada energi menjadi fondasi industrialisasi dan penguatan daya saing. “Implementasi kebijakan itu adalah kerja sama antara pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan kesiapan perseroan menjalankan peran strategis sesuai arah Rencana Umum Energi Nasional. Melalui pengelolaan mineral dan batu bara terintegrasi, grup ini berupaya menopang ketahanan sekaligus mendorong transisi energi.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui PT Bukit Asam Tbk yang mengelola cadangan batu bara sekitar 2,88 miliar ton dan sumber daya 5,72 miliar ton. Peningkatan kapasitas produksi didorong lewat pembangunan Coal Handling Facility dan Train Loading Station 6–7 sehingga target produksi naik dari 43 juta ton menjadi lebih dari 60 juta ton per tahun.
Selain itu, perusahaan turut memperkuat hilirisasi mineral strategis seperti nikel, tembaga, bauksit, dan timah untuk mendukung ekosistem baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi. “Kami tidak hanya berfokus pada optimalisasi produksi, tetapi juga peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi dan pengembangan industri berbasis energi bersih,” ujar Maroef.