JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI JakartaPramono Anung memutuskan membongkar salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Dua JPO yang berdiri berdekatan namun tidak terhubung itu sebelumnya viral dan kerap dijuluki “Love-Hate Relationship”.
Keputusan tersebut diambil Pramono setelah meninjau langsung kedua JPO pada Minggu (9/8/2026). Menurutnya, dua fasilitas tersebut pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai sarana penyeberangan masyarakat sekaligus akses menuju transportasi publik.
"Tetapi setelah saya lihat sendiri, ini menunjukkan bahwa dulu dalam membuat kebijakan seringkali seperti yang saya katakan, ego pemimpinnya itu tidak dikomunikasikan secara baik. Sehingga sebenarnya dua-duanya ini fungsinya sama persis," ujarnya.
JPO pertama merupakan fasilitas eksisting milik Pemprov DKI Jakarta yang telah lebih dahulu dibangun. Jembatan tersebut selama ini digunakan masyarakat untuk menyeberang.
Sementara JPO kedua dibangun sebagai bagian integrasi LRT Jabodebek. Infrastruktur yang lebih baru tersebut menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek dengan Halte TransJakarta.
Pramono menilai usia kedua jembatan tersebut berbeda cukup jauh. JPO milik Pemprov DKI merupakan fasilitas lama, sedangkan jembatan yang terintegrasi dengan LRT Jabodebek dibangun lebih baru.
Menurut Pramono, opsi menghubungkan kedua JPO sulit dilakukan karena terdapat perbedaan ketinggian yang cukup signifikan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyulitkan penyandang disabilitas apabila kedua fasilitas dipaksakan untuk tersambung. Pemprov DKI Jakarta selanjutnya akan mempertahankan JPO yang lebih baru dan terintegrasi dengan transportasi publik.