JAKARTA, iNews.id - Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas dan memasuki fase yang mengkhawatirkan. Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan kemungkinan operasi militer darat ke wilayah Iran.
Situasi ini memicu respons cepat dari Teheran. Iran dilaporkan mulai memobilisasi kekuatan militer besar-besaran dengan menyiapkan sekitar satu juta tentara untuk menghadapi potensi invasi dari AS.
Langkah tersebut menunjukkan kesiapan Iran menghadapi kemungkinan konflik berskala besar. Pemerintah Iran disebut telah meningkatkan status siaga militer di berbagai wilayah strategis untuk mengantisipasi serangan.
Pasukan yang disiapkan tidak hanya berasal dari militer reguler. Mobilisasi tersebut juga melibatkan Garda Revolusi Iran serta sejumlah kelompok milisi yang berada di bawah koordinasi pemerintah.
Kesiapan tempur itu dilakukan untuk memperkuat pertahanan negara jika pasukan Amerika benar-benar melancarkan operasi darat. Iran juga disebut memperkuat sistem pertahanan di berbagai titik penting.
Di sisi lain, Amerika Serikat dilaporkan mulai menambah kekuatan militer di kawasan Timur Tengah. Pengiriman tambahan personel militer dan peralatan tempur dilakukan untuk mendukung kemungkinan operasi militer lebih besar.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi Washington dalam meningkatkan tekanan terhadap Teheran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan.