JAKARTA, iNews.id - Meski operasi militer Epic Fury resmi berakhir, namun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih terus mengancam Iran. Alih-alih takut, Iran justru menyindir dan mengejek ancaman tersebut.
Operasi militer Epic Fury di Iran telah resmi berakhir pada 5 Mei. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio mengklaim operasi tersebut telah berhasil mencapai tujuan utamanya, yakni menghancurkan kemampuan nuklir dan infrastruktur strategis Iran.
Meski begitu, Presiden AS Donald Trump masih terus mengancam akan membombardir Iran jika tidak kunjung mencapai kesepakatan damai yang diinginkannya.
Melalui unggahannya di media sosial, Trump menyebut blokada AS akan membuat Iran membuka Selat Hormuz. Jika Iran tidak setuju, maka AS akan meluncurkan serangan besar terhadap Iran.
Alih-alih takut, Iran justru mengejek ancaman tersebut. Melalui akun resmi media sosial X, Ketua Parlemen Iran Muhammad Ghalibaf menyindir bahwa operasi Epic Fury berakhir karena gagal total.
Dia bahkan mengejek dengan menyebut operasi tersebut sebagai operasi Trust Me Bro. Ghalibaf juga menyindir Amerika Serikat kini kembali melaksanakan rutinitas operasi palsu.
Editor: Dani M Dahwilani