Dia juga memastikan kesiapan layanan konsumsi telah mencapai 100 persen menyambut calon jemaah haji, mulai dari pasokan bahan baku hingga kesiapan tenaga juru masak dipastikan sudah siap. Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia). Menu makanan dapat disesuaikan, misalnya nasi yang dibuat lebih lembut atau diolah menjadi bubur agar lebih mudah dikonsumsi.
Kemenhaj menerapkan sistem kontrol berlapis untuk menjaga keamanan dan kualitas makanan. Proses pengawasan dilakukan sejak pemeriksaan bahan baku, pengolahan di dapur, hingga makanan siap disajikan kepada jemaah.
Uji sampel makanan dilakukan di tiga lokasi, yakni Kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta sektor pemondokan jemaah. Selain itu, petugas konsumsi di hotel turut melakukan pengecekan sebelum makanan dibagikan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Kemenhaj memastikan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa harus memikirkan kebutuhan konsumsi selama berada di Tanah Suci.