Kemenhaj juga menginstruksikan seluruh PPIU untuk menjadikan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama. Pihak travel diminta memantau kondisi jemaah secara berkala, memberikan pendampingan, serta segera menyampaikan informasi apabila terjadi perubahan jadwal perjalanan beserta langkah penanganannya.
“Travel umrah juga harus memastikan jemaah dapat menghubungi petugas apabila membutuhkan bantuan selama berada di lapangan,” katanya.
Sementara itu, calon jemaah umrah yang belum berangkat diminta memastikan kembali status penerbangan dan kesiapan perjalanan melalui travel masing-masing. Mereka juga diimbau mengikuti informasi serta arahan resmi pemerintah sebelum mengambil keputusan terkait keberangkatan.
Kemenhaj turut meminta keluarga jemaah di Indonesia tetap tenang dan menjaga komunikasi dengan jemaah maupun pihak travel. Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai situasi keamanan di Arab Saudi.
Informasi resmi dapat dipantau melalui kanal Kemenhaj, Kementerian Luar Negeri, KBRI Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, serta otoritas Arab Saudi.
“Tetap tenang, tetap waspada, dan utamakan keselamatan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi seluruh jemaah dan melancarkan ibadah serta perjalanan mereka,” pungkas Ichsan.