Kritik Wacana Non-Muslim Jadi Petugas Haji, MUI Minta Prioritaskan Umat Islam

Achmad Al Fiqri
Wakil Ketua MUI Cholil Nafis (Dok. MUI)

Sebelumnya, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak membuka peluang pelibatan masyarakat lintas agama dalam mendukung pelayanan jemaah haji Indonesia. Gagasan tersebut bertujuan memperkuat toleransi, kebinekaan dan semangat gotong royong dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Dahnil mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang majemuk. Menurutnya, keberagaman tersebut harus tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pelayanan kepada jemaah haji.

Dia menilai dukungan terhadap pelayanan jemaah tidak harus datang dari umat Islam saja. Masyarakat dari berbagai latar belakang agama juga dapat berkontribusi melalui semangat kemanusiaan dan persaudaraan.

"Fokus kita adalah memastikan jemaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya," ujar Dahnil dalam keterangannya, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Dahnil menjelaskan, pelibatan masyarakat lintas agama (non-muslim) menjadi salah satu cara untuk mewujudkan toleransi melalui tindakan nyata. Menurutnya, sikap saling menghormati perlu diwujudkan dalam kerja sama dan kontribusi bersama di tengah masyarakat.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
6 jam lalu

MUI soal Wacana Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji: Toleransi Ada Batasnya

7 jam lalu

MUI Respons Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Puji Kapolri Copot Kapolres

10 jam lalu

Kemenhaj Wacanakan Warga Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Respons MUI

3 hari lalu

Non-Muslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Penjelasan Wamenhaj Dahnil Simanjuntak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal