10 Negara dengan Kelahiran Terendah di Dunia, Apa Penyebabnya?

Andrea Fairuz
Ilustrasi bayi baru lahir. (Foto: Reuters)

Yunani

Dalam beberapa dekade, terjadi penurunan angka kesuburan yang cukup signifikan. Di Yunani, perempuan telah mengambil banyak peran untuk beradaptasi dengan perubahan di lingkungan masyarakat saat ini, sedangkan dukungan di lingkungan mereka itu terbilang kurang. Adapun terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan bagi masyarakat daerah terpencil yang enggan memiliki anak karena sulitnya meraih akses kesehatan tersebut.

Puerto Rico

Banyak penduduk Puerto Rico yang bermigrasi dari tiap-tiap kota di negaranya dan mengakibatkan turunnya angka populasi yang cukup memprihatinkan. Selain itu, angka kematian di Puerto Rico juga sama tingginya dengan angka kelahiran. Hal ini berpengaruh besar terhadap penurunan ekonomi di negara itu.

Portugal

Standar hidup yang tinggi di Portugal, terutama tingkat pendidikan yang berkualitas dan mendukung penuh perempuan dalam memenuhi haknya membuat angka kesuburan mereka menurun. Fokusnya pada hak-hak perempuan terutama pendidikan dan karier menjadi pengaruh bagi rendahnya angka kelahiran.

Spanyol

Faktor penting yang memengaruhi rendahnya angka kelahiran di Spanyol antara lain adalah meningkatnya jumlah penduduk yang melajang atau single, meningkatnya usia rata-rata perempuan dalam memiliki anak pertama, yakni kebanyakan wanita di Spanyol melahirkan anak pertama mereka di usia 30-39 tahun. Faktor lain datang dari ekonomi yang kurang stabil dan tingkat pengangguran yang tinggi membuat penduduk di Spanyol sering berpikir panjang untuk berkeluarga.

Bulgaria

Terdapat beberapa perubahan nilai-nilai budaya dan berkurangnya keinginan untuk memiliki anak karena alasan sosial dan ekonomi. Pasangan di Bulgaria rata-rata hanya melahirkan satu anak dan beberapa di antaranya merasa cukup dengan jumlah anggota keluarga kecilnya, sehingga aborsi yang sudah lama dilegalkan kerap terjadi.

Demikianlah 10 negara dengan kelahiran terendah di dunia yang kebanyakan didominasi oleh situasi ekonomi dan sosial yang menahan seseorang untuk memiliki anak. Meskipun begitu, penting diingat bahwa pendidikan seksual penting bagi tiap individu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
5 hari lalu

Pramono Ungkap Pestapora dan The Weeknd Dongkrak Ekonomi Jakarta hingga Rp250 Miliar

8 hari lalu

Menkeu Suahasil Pede Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5,5% di Semester II 2026, Ini Pendorongnya

16 hari lalu

Prabowo Sebut Efek Kopdes Merah Putih Baru Terasa di 2027, Ini Alasannya

24 hari lalu

Prabowo: Semua Pakar Sebut RI jadi Negara ke-4 Ekonomi Terbesar di Dunia 2050

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal