10 Negara dengan Kelahiran Terendah di Dunia, Apa Penyebabnya?

Andrea Fairuz
Ilustrasi bayi baru lahir. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id – Daftar negara dengan kelahiran terendah di dunia menarik untuk dipelajari. Pasalnya, fenomena yang awalnya menjadi kebanggaan di sejumlah negara maju itu, kini malah berubah menjadi masalah.

Dulu, negara-negara itu berusaha menekan angka pertumbuhan penduduk dengan mengurangi jumlah kelahiran, dengan harapan hal tersebut dapat meringankan beban ekonomi negara. Namun, kebijakan itu ternyata bisa jadi bumerang. Sebab, seiring perjalanan waktu, negara-negara itu kini dihuni oleh penduduk yang mayoritas terdiri atas kalangan usia yang tak lagi produktif. Akibatnya, mereka kini harus berhadapan dengan ancaman kekurangan sumber daya manusia untuk membangun bangsanya ke depan. Celakanya lagi, penduduk di negara-negara itu sudah terbiasa atau terpola dengan gaya hidup dengan “sedikit anak” bahkan “tanpa anak”.

Oleh beberapa kalangan, kelahiran sendiri adalah fenomena yang ditunggu-tunggu karena kehadiran buah hati bisa jadi anugerah terindah bagi pasangan. Namun, ada beberapa faktor di dunia ini yang membuat kelahiran di tiap negara menjadi rendah dari tahun ke tahun.

Menurunnya angka kelahiran secara global menyebabkan beberapa negara khawatir bahwa angka kelahiran mereka saat ini tidak cukup untuk menggantikan generasi sebelumnya yang berpengaruh juga akan penurunan populasi. Hal tersebut juga akan mengganggu sistem ekonomi dan berbagai ranah lainnya. Dalam mengatasi kekhawatiran ini, pemerintah tentu menawarkan fasilitas berupa finansial yang insentif untuk mendorong penduduknya memiliki anak.

Dilansir dari World Population Review, jumlah kelahiran hidup berkaitan dengan angka kesuburan penduduk suatu negaranya yang berfokus pada perempuannya. Tingkat kelahirannya cukup bervariasi dengan drastis di tiap negaranya. Rata-rata angka kelahiran global bisa menyentuh 18,5 kelahiran per 1.000 orang di tahun 2019. Secara keseluruhan, angka kelahiran global harian dan kematian global harian menjadi penentu akan tingkat pertumbuhan populasi dunia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
5 hari lalu

Pramono Ungkap Pestapora dan The Weeknd Dongkrak Ekonomi Jakarta hingga Rp250 Miliar

8 hari lalu

Menkeu Suahasil Pede Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5,5% di Semester II 2026, Ini Pendorongnya

16 hari lalu

Prabowo Sebut Efek Kopdes Merah Putih Baru Terasa di 2027, Ini Alasannya

24 hari lalu

Prabowo: Semua Pakar Sebut RI jadi Negara ke-4 Ekonomi Terbesar di Dunia 2050

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal