Karen lalu melaporkannya ke Komisi Energi Atom. Sayangnya, secara misterius, Karen dan rumahnya terpapar zat plutonium berbahaya dalam jumlah besar.
Atas kejadian itu ia memilih menyerahkan semua bukti kepada media cetak. Nahas, sebelum keadilan ditegakkan, pada 13 November 1974 Karen ditemukan tewas misterius di dalam mobilnya.
Frank Serpico yang merupakan polisi di New York City mengungkap praktik korupsi dalam tubuh instansinya sendiri. Dia menjadi narasumber bagi New York Times untuk melaporkan kesewenang-wenangan atasannya di kepolisian.
Sayang, kejujuran Frank harus dibayar sangat mahal. Dia menjadi sasaran tembak saat razia.
Beruntung nyawa Serpico tertolong, walaupun wajahnya terserempet peluru. Serpico akhirnya memutuskan pensiun dan pindah ke luar negeri.