10.000 Warga Gambia Protes Tuntut Presiden Barrow Mundur

Nathania Riris Michico
Para pengunjuk rasa memegang spanduk ketika menuntut Presiden Gambia mundur untuk menepati janjinya, di Banjul, Gambia, 16 Desember 2019. (Foto: AFP)

Namun pada Maret, Barrow mengatakan, "Kami akan menuju pemilihan umum pada 2021 dan saya akan menyerahkan kekuasaan dengan bermartabat kepada siapa pun yang menang."

Pada akhir September, bagian dari koalisi Barrow setuju mendukung masa jabatan lima tahun.

Namun dua partai menolak langkah itu, termasuk Partai Demokrat Bersatu, yang merupakan partai terbesar Gambia.

Penyelenggara protes mengirim sebuah memorandum kepada Barrow yang mengingatkan sang presiden atas komitmennya dan memberinya waktu hingga 19 Januari -tepat peringatan tiga tahun sumpah jabatannya- untuk mundur.

Protes itu diselenggarakan oleh gerakan "Operasi Tiga Tahun Jotna," yang berarti "operasi tiga tahun cukup", campuran antara bahasa Inggris dan bahasa Wolof.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 tahun lalu

Rusia Siap Kirim Delegasi ke KTT OKI Tahun Ini

Internasional
3 tahun lalu

Gagal Ginjal Akut Tewaskan 89 Anak di Gambia dan Uzbekistan, India Sanksi 3 Perusahaan Farmasi

Internasional
3 tahun lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut, Gambia Sebut Perusahaan Obat India Bertanggung Jawab

Nasional
3 tahun lalu

Kisah Mahasiswa asal Gambia Jalani Puasa di Indonesia, Apa Perbedaannya?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal