180 Demonstran Tewas Ditembak, PBB Minta Warga Myanmar Serahkan Bukti Pelanggaran Militer 

Anton Suhartono
Penyelidik PBB di Myanmar meminta warga menyerahkan bukti dugaan pelanggaran yang dilakukan militer terkait demonstrasi anti-kudeta (Foto: Reuters)

JENEWA, iNews.id - Tim penyelidik PBB di Myanmar meminta warga untuk mengumpulkan dan menyerahkan bukti dokumenter terkait dugaan pelanggaran pasukan keamanan terhadap demonstran anti-kudeta.

Organisasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik Myanmar menyebut, hingga Rabu (17/3/2021), sedikitnya 180 demonstran tewas ditembak aparat keamanan dan lebih dari 2.000 orang ditahan sejak kudeta menggulingkan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu.

Kepala tim penyelidik PBB Nicholas Koumjian mengatakan, pucuk pimpinan biasanya terlibat dalam setiap pelanggaran kejahatan internasional.

"Orang-orang yang bertanggung jawab atas kejahatan internasional paling serius biasanya mereka yang memegang posisi kepemimpinan tinggi. Mereka bukan sosok yang secara fisik melakukan kejahatan, bahkan seringkali tidak hadir di lokasi di mana kejahatan terjadi," kata Koumjian, mengindikasikan keterlibatan para pemimpin junta militer Myanmar, dikutip dari Reuters.

Dia menambahkan, untuk membuktikan pelanggaran mereka tim penyelidik membutuhkan bukti laporan serta perintah bagaimana kekerasan itu diterapkan.

Mereka yang memiliki informasi tersebut diminta harus menghubungi penyelidik PBB melalui media komunikasi yang aman, seperti aplikasi Signal atau akun ProtonMail.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Megawati Minta PBB Segera Buat Hukum Internasional Atur AI

Nasional
6 hari lalu

PBB Terancam Bangkrut, Kemlu: Kita Telah Melaksanakan Kewajiban Kita

Destinasi
8 hari lalu

Viral Film Lisa BLACKPINK Terciduk Ubah Tangerang Jadi Myanmar, Netizen Murka!

Nasional
9 hari lalu

Kemlu Kembali Pulangkan 91 WNI Korban Online Scam dari Myanmar, Total 291 Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal