20 Insinyur dan Ilmuwan Terkemuka China Meninggal sejak Pembatasan Covid Dicabut Bulan Lalu

Ahmad Islamy Jamil
Dua puluh insinyur dan ilmuwan terkemuka di China meninggal sejak pembatasan Covid dicabut, Desember lalu (ilustrasi). (Foto: Reuters)

BEIJING, iNews.id – Dua puluh insinyur dan ilmuwan terkemuka dari Akademi Teknik China meninggal kurang dari sebulan setelah pencabutan pembatasan Covid-19, Desember lalu. Jumlah tersebut lebih tinggi dari rata-rata kematian tahunan di kalangan akademisi negeri tirai bambu.

Akademi Teknik China adalah salah satu institusi akademik terkemuka di Tiongkok, dan juga menjadi sekolah teknik paling bergengsi. Perguruan tinggi itu memiliki lebih dari 900 pengajar, yang telah berpartisipasi di hampir semua megaproyek China, termasuk bendungan pembangkit listrik tenaga air Three Gorges yang terbesar di dunia, selain jaringan kereta api berkecepatan tinggi dan Stasiun Ruang Angkasa Tiangong.

South China Morning Post (SCMP) pada Sabtu (1/7/2023) melansir, sebanyak 20 orang anggota akademi itu telah meninggal antara 15 Desember dan 4 Januari. Sementara pada 2017-2020, terdapat rata-rata 16 ilmuwan yang meninggal di China per tahun. Bahkan pada 2021, ketika pandemi Covid-19 mencapai puncak wabah yang mematikan, hanya ada 13 akademisi meninggal di negara itu.

Anggota akademi termuda yang meninggal pada Desember lalu adalah fisikawan berusia 77 tahun Ti Tianchu, yang memiliki spesialisasi dalam jam atom. Sementara ilmuwan tertua yang tutup usia adalah Zhang Jinzhe pada umur 102 tahun. Dia adalah pemdiri departemen bedah anak pertama di China di rumah sakit Universitas Peking pada 1950. 

Selain kedua orang di atas, China juga kehilangan seorang kepala insinyur program reaktor nuklir cepat, seorang perancang serat optik pertama, seorang insinyur pendiri industri tanah jarang, dan seorang ahli senjata laser terkemuka sejak pembatasan Covid dicabut bulan lalu.

Akademi Teknik China belum memberikan penjelasan terperinci terkait penyebab kematian sejumlah anggotanya tersebut.

Pada akhir Desember lalu, mantan ilmuwan utama di Pusat Pengendalian Penyakit China, Zeng Guang, menyatakan bahwa menurut perkiraannya lebih dari 80 persen penduduk Beijing, terinfeksi Covid-19. Sementara Beijing adalah rumah bagi sebagian besar ilmuwan China.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
3 hari lalu

Unik! Kampus di China Ini Dorong Mahasiswa Jatuh Cinta saat Liburan

Internasional
4 hari lalu

Trump Paksa China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Tunda Pertemuan dengan Xi Jinping

Internasional
8 hari lalu

Ini Alasan Rusia-China 'Tak Dukung' Iran saat Voting Resolusi DK PBB soal Serang Negara Teluk

Nasional
11 hari lalu

Ikrar Nusa Bhakti Sebut AS Justru Ingin Akhiri Perang, Bongkar Andil China untuk Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal