Keamanan diperketat di kamp Kutupalang, pemukiman terbesar di dunia dan rumah bagi lebih dari 600.000 Rohingya.
"Ratusan polisi, tentara dan penjaga perbatasan dikerahkan untuk berjaga," kata kepala polisi daerah, Abul Monsur, kepada AFP.
Unjuk rasa itu terjadi tiga hari setelah gagalnya agenda pemulangan para pengungsi. Tidak ada satu pun etnis Rohingya yang muncul untuk kembali melintasi perbatasan.